Sambutan Pembina

Sambutan Pembina

Alhamdulillah, alladzi arsala rosulahu bil huda wa dinil haq. Liyuzhhirohu ‘alad dini kullihi. Wa kafa billahi syahida. Asyhadu alla ilaha illallah, wahdahu laa syarikalah. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuluhu, laa nabiya ba’da.

Kaum muslimin yang berbahagia, saudara-saudariku yang dirahmati Allah terutama calon wali murid wali santri IHBS yang semoga Allah Subhana wa ta’ala memberkahi hartanya, anaknya dan seluruh kepemilikannya. Perlu diiketahui pada era milenial 10/20 tahun yang akan datang generasi ini akan terbelah menjadi 3. Milenial militan yaitu mereka yang dididik diatas keagamaan yang benar dan kuat. Kedua adalah milenial dipersimpangan jalan dimana mereka bimbang bingung diombang ambingkan berbagai macam budaya, globalisasi, dan berbagai macam modernisasi yang negatif.

Kemudian yang ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah generasi liberal anti agama dan inilah mereka yang akan menjadi musuh agama, musuh moral yang akan menjebak, menyeburkan generasi-generasi kita pada kebebasan bergau dan seksual. Sekolah IHBS merupakan sekolah umum berbasis agama dari mulai TK, SD, SMP, SMA menawarkan pendidikan sekolah umum berbasis agama dimana umumnya kita tonjolkan tapi pendidikan agama juga kita kuatkan. Kita menjadi sekolah yang progresif aktif tetapi kita juga protektif terhadap berbagai macam pengetahuan-pengetahuan yang menyimpang dan menyesatkan murid kita dan IHBS juga memiliki perhatian yang kuat terhadapat pendidikan karekter anak serta adab dan akhlakul karimah.

Tiga unggulan dari sekolah IHBS agar anak-anak ini tetap militan. Unggulan pertama adalah akhlak makanya kita bentuk tim adab akhlak dimana kita kontrol muamalah mereka, interaksi antar teman mereka dan juga kita kontrol perilaku mereka dan juga disana ada praktek-praktek yang berfokus pada 6S (sopan, santum, senyum, salam, sapa dan sabar). Insyaa Allah anak ini menjadi hebat, kuat dan tangguh sehingga mampu menghadang arus globalisasi yang negatif. Kemudian yang kedua kita bekali Bahasa Arab yang berfokus pada qiroatul kutub yang mampu membaca dan memahami kitab-kitab para ulama biidznillah. Kemudian keunggulan yang ketiga adalah tahfidz terutama penguatan tahsin makhorijul huruf, tajwidnya dan tartil yang bukan hanya mentargetkan kuantitas tetapi juga kualitasnya. Dengan demikian mereka datang dengan obsesi pulang membawa prestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *