ICIIH Peduli Muslim Papua

ICIIH Peduli Muslim Papua

Kabupaten Jayawijaya, khususnya Wamena adalah daerah pedalaman yang diapit lembah dan pegunungan hijau, dengan pepohonan dan lahan yang masih asri dengan suhu rata-rata 15° – 20°. Jumlah penduduk di daerah ini tidak terlalu banyak. Warga dan penduduk asli banyak yang tinggal di pegunungan, namun seiring perkembangan zaman ada beberapa pendatang yang masuk, baik itu petugas pemerintah atau para pengusaha yang mencoba mencari peruntungan. Dari total penduduk keseluruhan, pendatang merupakan 30% penduduk dan selebihnya adalah masyarakat asli. Jika dihitung dengan dari sisi jumlah pemeluk agama, muslim di sini hanya 19%, selebihnya 73% nasrani (baik katolik atau protestan), dan sisanya adalah pemeluk hindu.

Ustadz Zainal Abidin yang pernah bertabligh di Papua, bersama Islamic Center Imam Ibnu Hajar (ICIIH) berkomitmen untuk membantu dakwah di sana. Sebagai wujud kepedulian sesama muslim, kegiatan bakti sosial dan support dana dakwah disampaikan kepada duat di Wamena dan Merauke. Abu Fatihah, salah seorang dai di Wamena bercerita, “Cerita tentang dakwah ini dimulai saat saya dan istri sudah hampir enam bulan berada di daerah pedalaman ini. Saat itu kami mengadakan pengobatan di daerah terpencil, yaitu Walesi Atas. Di daerah ini ada sekitar 40 keluarga muslim dan mereka adalah masyarakat asli.

Awalnya kami hanya melaksanakan tugas profesional sebagai penggiat kesehatan. Dan kami belum pernah keluar ke daerah seperti Walesi Atas ini. Namun saat kami datang dan melihat masyarakat asli di sana ternyata hidup mereka jauh dari kata layak (apalagi mereka susah sekali berbahasa Indonesia). Banyak dari mereka yang terkena penyakit kronik seperti paru-paru, tekanan darah, asam urat menahun, bahkan busung lapar dan banyak lagi, namun tidak bisa berobat karena terkendala daerah dan tempat tinggal mereka yang jauh dari kota, susahnya mereka berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan tidak punya uang… Mereka muslim… Mereka saudara seiman saya, sedih rasanya.”

Ancaman non-muslim dan kelompok-kelompok pemberontak bersenjata membuat umat Islam di Papua dan wamena khususnya kerap menjadi sasaran intimidasi. Karena itu, pada Iedul Adha 1440 H kemarin, ICIIH menggalang dana untuk membeli hewan kurban. Alhamdulillah dana yang terhimpun dibelikan tiga ekor kambing dan empat ekor sapi yang harganya sangat mahal di sana. ICIIH juga menggalang dana yang hasilnya dibelikan 2 unit kendaraan bermotor roda dua guna membantu mobilitas warga muslim di Wamena. Pada Iedul Adha kemarin alhamdulillah ICIIH mengkoordinasi distribusi 70 ekor kambing dan 6 ekor sapi di Kawasan Munjul-Cipayung dan Harjamukti Cimanggis Depok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *